NUSANTARA : Air Bendung Pantura untuk Pertanian
Current info tentang berita terbaru tidak selalu hal yang termudah untuk mencari. Untungnya, laporan ini mencakup terbaru berita terbaru info yang tersedia.
Tegal, Kompas - Air di 15 bendung di pantai utara Jawa Tengah sudah dialirkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi petani pada musim tanam ini. Namun, semua waduk masih ditutup karena kondisinya kritis. Koordinator Pelaksana Alokasi Air Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Pemali Comal Dasirun, Selasa (17/11), mengatakan, ada 20 bendung di pantura (Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, dan Brebes). Enam bendung yang airnya dialirkan mampu memenuhi 100 persen kebutuhan air, sedangkan air di bendung lain dialirkan dengan prioritas pada daerah-daerah tertentu. Dasirun mengatakan, sebagian bendung sudah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan musim tanam, tetapi semua waduk masih ditutup. Ketersediaan air pada waduk belum memadai. Misalnya, volume air yang tersisa di Waduk Cacaban, Kabupaten Tegal, hanya 6,86 juta meter kubik. Sejak ditutup pada 16 Oktober, elevasi air waduk menyusut sekitar 1 sentimeter per hari akibat penguapan. Waduk akan dibuka jika volumenya lebih dari 10 juta meter kubik. Volume air Waduk Malahayu, Kabupaten Brebes, hanya 2,29 juta meter kubik. Meski volume air waduk sudah meningkat daripada saat ditutup, 15 Oktober, yang hanya 1,83 juta meter kubik, tetapi peningkatan belum signifikan. Waduk Malahayu akan dibuka jika volume air lebih dari 8 juta meter kubik. Diperkirakan bisa dibuka pertengahan Desember atau awal Januari, katanya. Para petani yang belum mendapatkan aliran air diimbau tidak terburu-buru menanam. Selain ketersediaan air belum memadai, penyaluran air masih terkendala kerusakan pada jaringan irigasi. Mudah-mudahan informasi yang disajikan sejauh ini telah berlaku. Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan berikut ini:
Tanaman padi mati Separuh dari 15.000 hektar tanaman padi tadah hujan di Gunung Kidul, DI Yogyakarta, mati kekeringan. Hujan deras selama tiga hari hanya mampu menyelamatkan 50 persen areal tanam. Petani berharap pemerintah memberikan bantuan benih untuk menyulam tanaman yang mati. Tak hanya tanaman padi tadah hujan, tanaman tumpang sari, seperti jagung dan kacang tanah, turut mati. Mayoritas tanaman yang mati berumur 1,5 bulan. Petani Dusun Macan Mati, Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Marto, mengatakan, lebih dari separuh tanaman padi tadah hujan miliknya mati akibat putus hujan selama satu bulan. Padahal, Marto menanam padi lokal jenis segreng yang selama ini lebih tahan kekeringan daripada benih padi unggul ciherang yang dibagikan pemerintah. Untuk menanam lahan seluas 2 hektar, Marto dan petani lain perlu 1 kuintal benih padi tadah hujan. Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta meramalkan, wilayah selatan Gunung Kidul baru akan memasuki musim hujan pada akhir November. Adapun wilayah utara dan barat daya Gunung Kidul memasuki musim hujan pada awal November. (WIE/WKM)
Sekarang mungkin saat yang tepat untuk menuliskan poin utama dibahas di atas. Tindakan meletakkannya di atas kertas akan membantu Anda mengingat apa yang penting tentang berita terbaru.






0 komentar:
Post a Comment