NUSANTARA : Narapidana Merasa Tidak Aman
Artikel ini menjelaskan beberapa hal tentang berita terbaru, dan jika Anda tertarik, maka ini patut dibaca, karena Anda tidak pernah tahu apa yang Anda tidak tahu.
Kepala LP Abepura Ayorbaba mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki ihwal sipir penjara yang mabuk saat bertugas. Ia memastikan sipir yang mabuk bakal dikenai sanksi disiplin. Tentang keberadaan tahanan militer, Ayorbaba menuturkan, saat kejadian ada empat tahanan titipan dari oditur militer Jayapura. Seorang di antaranya divonis dua tahun dan telah dipecat dari kemiliteran. Adapun tiga lainnya masih aktif dan divonis delapan bulan. Mereka dititipkan di LP Abepura karena Rumah Tahanan Militer di Waena, Jayapura, penuh. Tidak cukup biaya untuk membawa para tahanan militer ke Makassar. Dengan kejadian ini, Ayorbaba memastikan LP Abepura tidak lagi menerima titipan tahanan militer. Mengenai perusakan dan penganiayaan, Kepala Seksi Keamanan LP Abepura Gustaf Rumakewi menyatakan telah memeriksa empat personelnya. Ia mengakui, saat ini pengamanan LP Abepura masih lemah. Idealnya, seorang petugas mendampingi 10 narapidana. Tapi, di Abepura, satu petugas mendampingi 25 narapidana. Dari sisi kapasitas, LP Abepura juga melebihi batas. Ia mengatakan, kapasitas LP Abepura menampung 230 narapidana, tapi kini diisi 298 narapidana. Di LP Abepura kini ada delapan narapidana politik. Sejak terjadinya perusakan dan penganiayaan, petugas LP merazia kamar-kamar sel. Petugas menyita telepon seluler, silet, balok kayu, dan batang besi. Oditur Militer telah memindahkan seluruh tahanan militer dari LP Abepura ke Rumah Tahanan Militer Waena. Oditur militer juga memastikan tidak lagi menitipkan tahanan ke LP Abepura yang peruntukannya bagi sipil.






0 komentar:
Post a Comment