Anda harus dapat menemukan beberapa fakta yang sangat diperlukan sekitar berita terbaru dalam paragraf berikut. Jika ada sedikitnya satu fakta yang tidak Anda ketahui sebelumnya, bayangkan perbedaan itu bisa membuat.
Medan, Kompas - Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi tengah menyiapkan 27 kota di Indonesia untuk dikembangkan menjadi kota gas. Namun, hingga kini baruTarakan, Bontang, dan Sengkang yang dinilai siap. Prinsipnya, kota gas ini didirikan di dekat sumber-sumber gas atau paling tidak dilalui jalur pipa atau pipa transmisi gas. Kalau saat ini yang paling ideal baru Bontang, Tarakan, dan Sengkang di Sulawesi Selatan. Bahkan, Tarakan menurut saya paling ideal karena kotanya terisolasi di satu pulau sehingga gasnya enggak perlu ke mana-mana, ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono di Medan, Rabu (25/11). Untuk mempercepat terwujudnya proyek pendirian kota gas ini, Tubagus mengatakan, BPH Migas mendorong pemerintah pusat agar ikut membantu membiayai pembangunan infrastrukturnya lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Infrastrukturnya kami minta dari APBN. Nantinya pengelola infrastruktur tersebut bisa pemerintah daerah. Jadi, penyaluran APBN-nya dapat melalui dana dekonsentrasi atau dana alokasi khusus, katanya. Untuk itu, pemerintah daerah juga diminta menyiapkan perusahaan daerah yang khusus menjadi operator bagi penyaluran gas di kota-kota tersebut. Tubagus mengatakan, di samping perusahaan daerah, operator untuk distribusi gas bisa juga dilakukan perusahaan, seperti Perusahaan Gas Negara (PGN). Selain PGN, kami juga mendorong agar ada perusahaan-perusahaan daerah yang menjadi operator bagi terwujudnya kota-kota gas ini. Perusahaan daerah tersebut harus profesional untuk dapat menjadi operator. Apalagi pemerintah pusat siap mendorong pembangunan infrastrukturnya lewat APBN, kata Tubagus. Mudah-mudahan informasi yang disajikan sejauh ini telah berlaku. Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan berikut ini:
Dari 27 kota yang diproyeksikan menjadi kota gas ini, lanjut Tubagus, tidak semuanya harus berdekatan dengan sumber-sumber gas yang melimpah. Dia mencontohkan Medan. Ibu kota Provinsi Sumut tersebut meski dekat dengan sumber gas di Kabupaten Langkat, tetapi cadangan yang ada di wilayah ini relatif sangat sedikit. Kalau untuk Medan, sumber gasnya bisa didapat dari Duri atau Dumai. Sekarang tinggal dipikirkan bagaimana membuat pipa transmisi dari Duri atau Dumai menuju Medan. Adapun untuk Langkat, saya kira masih bisa dibangun sebagai kota gas meski cadangan gas di daerah tersebut tak terlalu banyak karena kalau kebutuhan gas untuk masyarakat di Langkat paling 1 hingga 3 juta kaki kubik per hari, katanya. Menurut Tubagus, pengembangan kota gas ini juga sejalan dengan program konversi minyak tanah ke elpiji. Pemerintah, lanjut Tubagus, sudah menargetkan, akhir tahun 2010 masyarakat tak lagi menggunakan minyak tanah. Kalau sekarang kan masih ada 4,8 juta kiloliter minyak tanah, tetapi mulai tahun 2010 hanya disiapkan 3,8 juta kiloliter dan itu pun realisasinya paling 2 jutaan, kata Tubagus. Penjabat Humas PGN Medan Solorida Nababan mengakui, perusahaan masih belum tahu rencana detail menjadikan Medan dan Langkat sebagai kota gas. Dia mengatakan, PGN masih memiliki kontrak pasokan gas dengan Pertamina EP Pangkalan Susu sampai dengan tahun 2011. Bahkan, rencananya PGN juga membangun terminal LNG di Pelabuhan Belawan untuk menampung gas dari Tangguh, Papua. (BIL)
Jangan membatasi diri Anda sendiri dengan menolak untuk mempelajari rincian tentang berita terbaru. Semakin banyak Anda tahu, akan lebih mudah untuk berfokus pada apa yang penting.
0 komentar:
Post a Comment