Friday, November 27, 2009

NUSANTARA : Repatrian dari PNG Meminta Jaminan Ketersediaan Rumah

Jadi apa yang berita terbaru benar-benar semua tentang? Laporan berikut termasuk beberapa informasi menarik tentang berita terbaru - info bisa anda gunakan, bukan hanya barang lama yang mereka gunakan untuk memberi tahu Anda.

Jayapura, Kompas - Sejumlah repatrian dari Papua Niugini yang telah enam hari tinggal di Balai Latihan Kerja Jayapura, Papua, meminta kepastian tempat tinggal dan penghidupan dari Pemerintah Indonesia.

Masalah itu terungkap saat Gubernur Papua Barnabas Suebu dan Direktur Jenderal Keselamatan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Departemen Dalam Negeri Ahmad Tanribali Lamo mengunjungi repatrian di Jayapura, Papua, Rabu (25/11).

Dalam kesempatan itu, koordinator repatrian, Hein Fere (62), meminta agar pemerintah tak memperlakukan mereka seperti anak tiri atau sebaliknya. Perlakukan kami seperti warga biasa. Hanya kami meminta, tolong beri kami rumah sederhana saja. Yang penting, kami tak kehujanan dan kepanasan, ujarnya.

Pengetahuan dapat memberikan keuntungan yang nyata. Untuk memastikan bahwa Anda sepenuhnya informasi tentang berita terbaru, terus membaca.

Dalam surat pernyataan repatrian, yang juga dibacakan Fere kemarin, disebutkan, mereka membutuhkan akomodasi dan jaminan penghidupan selama belum mendapatkan pekerjaan. Kami selama di PNG (Papua Niugini) hidup sederhana, tapi tidak kekurangan. Karena itu, kami berharap dapat hidup normal pula di Jayapura, papar Fere.

Menanggapi tuntutan itu, Suebu mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua masih mencatat dan mendata repatrian. Kami catat dulu ke kampung masing- masing. Juga pekerjaan dan rumah yang diperlukan. Kami akan koordinasi dengan pemerintah pusat dan kabupaten, terutama bupati yang akan menerima, ujarnya.

Ditanya tentang kehadiran repatrian itu, menurut Suebu, mereka bermaksud pulang kampung dan bergabung dengan keluarga masing-masing. Mengenai pekerjaan yang dibutuhkan, Suebu berharap, dinas tenaga kerja bisa menyediakan penghidupan yang sesuai kemampuan mereka.

Menurut salah satu repatrian, Peter Parera (76)"yang kembali ke Papua bersama istri dan 9 anaknya serta 336 lainnya" mengaku ingin dikembalikan ke kampung halamannya di Alor, Nusa Tengara Timur. Saat masih di Port Moresby, PNG, katanya pihak KBRI di Port Moresby menjanjikan rumah dan jaminan pekerjaan. (ich)

Sekarang mungkin saat yang tepat untuk menuliskan poin utama dibahas di atas. Tindakan meletakkannya di atas kertas akan membantu Anda mengingat apa yang penting tentang berita terbaru.

0 komentar: