Saturday, November 28, 2009

NUSANTARA : Tim Selam Gagal Temukan Bangkai Kapal

Satu-satunya cara untuk mengikuti berita terakhir mengenai berita terbaru adalah untuk terus-menerus tinggal di mencari informasi baru. Jika Anda membaca segala sesuatu yang Anda temukan tentang berita terbaru, maka tidak butuh waktu lama bagi Anda untuk menjadi otoritas yang berpengaruh.

Karimun, Kompas - Tim penyelam dari SAR Tanjungpinang gagal menemukan bangkai kapal Dumai Express 10 yang tenggelam di perairan Takong Hiu, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Namun, beberapa keluarga korban berkeras agar operasi pencarian dilanjutkan untuk menemukan korban tewas yang diperkirakan terperangkap di dalam kapal yang tenggelam.

Di lokasi penyelaman di perairan Takong Hiu, Sabtu (28/11), lima penyelam diterjunkan di tiga titik lokasi dari kapal penangkap ikan KM Jaya Utama. Tidak ada tanda-tanda. Belum ditemukan (bangkai kapal), kata Muhamad Nasir, koordinator tim penyelam.

Menurut Nasir, kedalaman penyelaman berkisar 18 meter sampai 30 meter. Kondisi di kedalaman air sangat gelap dan banyak karang. Operasi penyelaman dimulai pukul 12.30 dan berakhir sekitar pukul 18.00.

Salah satu keluarga korban, Ade Kristianto, yang ikut dalam operasi pencarian itu mengatakan, pihak keluarga menginginkan pencarian terus dilakukan. Kami ingin kapal yang tenggelam diangkat, katanya.



Jika kapal sudah diangkat dan korban tetap tidak ditemukan, pihak keluarga yakin bahwa pencarian sudah dilakukan secara maksimal. Saya rasa semua keluarga yang merasa kehilangan ingin pencarian dilakukan terus dan kapal diangkat, kata Ade.

Diputuskan Basarnas

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun (TBK) Letkol Edwin mengatakan, keputusan perpanjangan operasi pencarian diputuskan oleh Badan SAR Nasional (Basarnas). Saya tidak dapat memutuskan pencarian dihentikan atau diteruskan, katanya.

Akan tetapi, menurut Edwin, sesuai prosedur, operasi pencarian dilakukan selama tujuh hari. Masukan dari tim penyelam dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Basarnas untuk melanjutkan operasi pencarian atau tidak.

Sementara itu, Kepala Seksi Keamanan Laut Pangkalan AL TBK Lettu Heru Budiawan mengatakan, sampai saat ini, jumlah korban tewas 38 orang (bukan 39). Adapun korban selamat 255 orang. (FER)

Jika Anda sudah memilih beberapa petunjuk tentang berita terbaru bahwa Anda dapat dimasukkan ke dalam tindakan, maka dengan segala cara, melakukan hal itu. Anda tidak akan benar-benar dapat memperoleh manfaat dari pengetahuan baru Anda jika Anda tidak menggunakannya.

0 komentar: