Tuesday, December 1, 2009

NUSANTARA : Warga Khawatirkan Dampak Patahan

Artikel berikut menyajikan informasi paling terakhir pada berita terbaru. Jika Anda memiliki minat khusus dalam berita terbaru, maka artikel informatif ini diperlukan membaca.

Sidoarjo, Kompas - Warga Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulanging, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengkhawatirkan dampak patahan di bawah kolam penampungan lumpur Lapindo.

Kepala Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain menyatakan, Senin (30/11) di Sidoarjo, di bawah kolam penampungan terdapat patahan sepanjang 500-700 meter.

Patahan itu terjadi mulai dari tanggul di Desa Siring hingga tanggul di Desa Kedungbendo, Kecamatan Porong. Patahan itu diketahui hari Jumat (27/11), tetapi dampaknya baru terlihat kemarin. Hal itu bisa dilihat dari perbedaan antara tanggul kolam utara dan selatan, katanya.

Sebelum tanggul utara ditinggikan pada hari Senin, selisih ketinggian antara tanggul utara dan tanggul selatan mencapai 3 meter. Setelah ditinggikan, selisihnya kurang dari 1 meter. BPLS masih meneliti dampak dan arah patahan. BPLS akan mendeteksi sebagai dasar menentukan bahaya atau tidak kondisi itu dan acuan menyelamatkan jalan raya, katanya.

Jika Anda berita terbaru fakta adalah out-of-date, bagaimana itu mempengaruhi tindakan dan keputusan Anda? Pastikan Anda tidak membiarkan penting berita terbaru informasi slip oleh Anda.

Warga Desa Ketapang, Rizal (42), menuturkan bahwa informasi mengenai patahan terse-but membuat warga semakin tidak nyaman. Sebelumnya, warga khawatir karena banyak semburan di kawasan Ketapang, seperti di sepanjang sungai dan tanggul sungai.

Patahan diakibatkan penurunan permukaan tanah. Hal itu karena perut bumi di sekitar pusat semburan kosong. Setiap hari, lumpur keluar rata-rata 100.000 meter kubik. Patahan menunjukkan, penurunan permukaan tanah semakin membahayakan, kata Zulkarnain.

Belum diketahui apakah penurunan akan terus terjadi atau tidak. Namun, beberapa titik pantau menunjukkan ada pe-lambatan penurunan permukaan tanah.

Di titik pantau dekat pintu keluar Tol Porong, penurun-an rata-rata 2 sentimeter per bulan. Beberapa bulan lalu, penurunan rata-rata 4 sentimeter per bulan.

Namun, tidak tertutup kemungkinan penurunan terjadi sangat cepat. Misalnya, yang terjadi pada tanah warga Desa Siring yang terletak di sebelah barat pusat semburan. Penurunan tiba-tiba membuat rumah Oki Andriyanto ambles sedalam 6 meter dalam beberapa detik (Kompas, 15/7). (RAZ)

Tidak ada salahnya untuk menjadi baik dengan teknologi informasi pada berita terbaru. Bandingkan apa yang telah Anda pelajari di sini untuk artikel masa depan sehingga Anda dapat tetap waspada terhadap perubahan di daerah dari berita terbaru.

0 komentar: